Tampilkan postingan dengan label justshare. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label justshare. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Oktober 2010

Memasak desain

Bikin desain itu seperti masak.
Bahan dan bumbunya harus pas, meski tergantung selera,
tapi seperti sudah ada takaran yang pas,
tinggal suka 'pedas', 'manis', 'asin',
maka bumbu untuk rasa rasa itu diperbanyak.
Kalau bumbunya terlalu banyak, atau kurang, rasanya juga kurang sedap.

Yang susah itu masak untuk beberapa orang yang memiliki selera berbeda.
Konsumen yang mengikuti rasa atau taste kita,
atau kita yang mengikuti permintaan konsumen.
Tapi perbedaan selera tersebut bisa di generalisasi.
Toh yang namanya pecel, ya gitu itu,
segmentasi, penikmat, dan konsumennya juga bisa dikelompokkan.
Jadi penciptaan taste-nya bisa 'ditentukan'.

Tapi yang harus diperhatikan,
penyuka pecel, tentu berbeda 'lidah'nya dengan penyuka (anggaplah) sushi.
Meski terkadang pembeli kedua makanan itu orang yang sama.
Tapi tetap, pecel dan sushi harus menjaga identitasnya,
karena mau masuk ke pangsa pasar penyuka pecel,
lalu sushi menggunakan bumbu pecel, hehehe..
sangat 'melacurkan' rasa dan identitas.

kemasannya, dan placement-nya juga berbeda dong.
Sushi yang notabene di konsumsi mereka yang 'high class',
placement-nya pun di tempat dimana orang orang itu berada.
Meski kadang pecel juga masuk ke tempat tempat itu,
tapi jelas, kemasan dan rasanya perlu di sesuaikan.

Orang yang biasa masak dan jual pecel di pinggir jalan,
ketika ingin menjadi penjual sushi,
mungkin perlu memahami dunia orang orang yang menjadi konsumennya dulu,
atau paling ngga berada di sekitar mereka,
jadi tau bagaimana pola pikir, obrolan, cara bercanda,
jadi ketika menyajikan, bercakap dengan konsumen, dan bercanda,
ngga 'hambar',
kalau ngga bisa membauar, ya jangan dipaksakan,
daripada malu maluin.

hmmm.. mungkin desain juga perlu seperti itu,
tau basic, tau mana elemen elemen desain yang utama, dan mana yang sekedar penghias,
seperti koki yang paham mana bahan utama, dan mana bumbu penyedap,
bisa memahami taste klien, sekaligus konsumen si klien,
dan untuk siapa desain itu akan disajikan.
Ngerti media placement-nya, agar desain yang udah diciptakan ngga mubazir karena diletakkan di media yang ngga sesuai, dan yang penting juga, mungkin,
ngga terlalu 'melacur', banting harga, nyomot konsep sana sini, tiru ini itu, main bajak.
Seseorang ngga akan dihargai orang lain, kalo dia ngga menghargai dirinya sendiri

IMHO

Sabtu, 29 Mei 2010

10 Nama website yang salah persepsi

Banyak nama situs-situs yang jika dilihat pada pandangan pertama, sepertinya menggunakan nama kasar, tapi setelah ditinjau lebih lanjut, ternyata websitenya innocent.

Berikut adalah 10 nama website tersebut:

10. Whore presents = Menyajikan Pelacur
Sebuah website bernama "Who Represents", dimana kamu bisa mencari nama agen yang mewakili seorang selebriti. Domain mereka adalah,
www.whorepresents.com

9. Speedo fart = penghitung kecepatan kentut
Sebenarnya ini adalah website Speed Of Art.
www.speedofart.com

8. Expert sex change = Ahli perubahan seks
Experts Exchange, sebuah knowledge base dimana para progammers bisa saling bertukar wawasan dan nasehat.
www.expertsexchange.com

7. Molestation nursery = Stasiun Pembibitan Tahi Lalat
Dibaca : Mole Station Nursery yah...
www.molestationnursery.com

6. The rapist finder = Pencari Pemerkosa
Butuh therapist? masuk saja ke website,
www.therapistfinder.com

5. Power genitalia = Kekuatan kemaluan
Ini adalah website buat Power generator di Italia.
www.powergenitalia.com

4. When I pee = Ketika saya pipis
Ini adalah website buat sebuah tempat yang bernama "Whenipee".
www.whenipee.com

3. Cumming first = ejakulasi dini
Selamat datang ke First Cumming Methodist Church. Website mereka adalah,
www.cummingfirst.com

2. Got a hoe = Dapat cangkul
Ingin bertamasya ke Danau Tahoe? Cari informasi di,
www.gotahoe.com

1. Penis land = hahahahahah..ga perlu dijelaskan kali yah
Mencari Pulpen? Tidak perlu jauh-jauh, silakan masuk saja ke Pulau Pen "Pen Island",
www.penisland.net

sumber: kaskus